Home / Berita / Refleksi 60 Tahun Publikasi DNA oleh Crick & Watson, dan Kuliah Tamu, Penemuan Manusia Flores
Refleksi 60 Tahun Publikasi DNA oleh Crick & Watson, dan Kuliah Tamu, Penemuan Manusia Flores

Refleksi 60 Tahun Publikasi DNA oleh Crick & Watson, dan Kuliah Tamu, Penemuan Manusia Flores

60 tahun publikasi struktur tiga dimensi DNA adalah awal dari sebuah sejarah perkembang ilmu pengetahuan di abad 20-21. Penemuan tersebut mengubah paradigma berfikir biosains dan ilmu-ilmu terkait lainnya. 25 April 2013 genap 60 tahun Crick dan Watson mempublikasikan penemuannya yang di muat di majalah Nature pada 25 April 1953.

Magister Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga mengadakan Refleksi 60 tahun publikasi Double helix oleh Crick dan Watson. Beberapa pakar di hadirkan disini untuk memberikan refleksi sesuai dengan kepakarannya masing-masing.

Berkaitan dengan acara tersebut juga akan diadakan kuliah tamu oleh Drs. Emanuel Wahyu Saptomo, M.Hum. Beliau akan memberikan paparanya mengenai Penemuan Manusia FLores (Homo floresiensis). Disaat dunia gempar dengan ditemukannya manusia hobbit yang berumur sekitar 18.000 tahun, membuat Indonesia mengambil peran dalam sejarah evolusi dunia.

Peneliti dari Badan Arkeologi Nasional ini sudah banyak berkecimpung dalam berbagai penelitian arkeologi. Seorang jurnalis dari National Goegraphic Indonesia, memberi tahu bahwa di Goa Harimau ada lokasi yang diberi nama Galeri Wahyu. Ternyata Drs. Emanuel Wahyu Saptomo, M.Hum lah yang menemukan panil cadas di goa tersebut dan namanya di abadikan.

Acara refleksi dan kuliah tamu ini akan di adakan pada 25 April 2013, pukul 09.00 – 14.00 di Hall Gedung G lt.5 Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Berikut para pembicara yang akan memberikan refleksi 60 tahun publikasi double helix.

1.  Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc., Ph.D. [Penemuan DNA 25 April 1983]
Lahir di Minahasa, Sulawesi Utara, 4 Februari 1965. Beliau memperoleh gelar Sarjana (S1) Fakultas Pertanian dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada tahun 1989. Gelar Master (S2) dalam bidang Bioteknologi Tumbuhan berhasil diselesaikan pada tahun 1997 di Wye College, University of London. Pada tahun 2001 menyelesaikan pendidikan Doktor (S3) dalam bidang Biologi Molekuler dari Imperial College of Science and Technology, University of London. Selain bergelut dalam bidang Biologi Molekuler, beliau juga memberi perhatian khusus pada bidang community development yang ditekuninya sejak tahun 1987 mulai dari pulau Jawa, Papua, Timor Leste, NTT, Sulawesi, dan Maluku.

2.  Prof. Dr. Ferdy S. Rondonuwu, S.Pd., M.Sc. [Biofisika]
Lahir di Tomohon, 10 April 1969. Beliau memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika (S.Pd.) pada tahun 1992 dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Gelar Master (M.Sc.) dalam bidang Ilmu Fisika dengan konsentrasi Laser, Fisika Atom, dan Molekul diperoleh di Belanda pada tahun 1997 di Vrije Universiteit. Pada tahun 2004 berhasil mendapatkan gelar Doktor (Dr.) dalam bidang Ilmu Fisika dengan konsentrasi Biofisika dari Kwansei Gakuin University (KGU) di Jepang. Setahun kemudian, tepatnya 2005, menyelesaikan program postdoc di Research Center for Photo-energy Conversion di KGU Jepang.

3.  Dr. Surya Satria Trihandaru, M.Sc. nat. [Biomatamatika]
Dr. Surya Satria Trihandaru, M.Sc. nat. Merupakan staff pengajar sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Gelar Sarjana (S1) dalam bidang Fisika diperoleh dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, kemudian lanjut ke jenjang Master (S2) di Jerman, tepatnya Magister Scientiae Naturalis dari Universitas Kaiserslautern. Gelar Doktor (S3) dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam diselesaikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

4.  Prof. Drs. Langkah Sembiring, M.Sc.[Taksonomi Bakteri]
Prof. Drs. Langkah Sembiring, M.Sc. memperoleh gelar Master (S2) dalam bidang Mikrobiologi dari Faculty of Agriculture, Kyoto University, Japan pada tahun 1990. Pada tahun 2000 mendapatkan gelar Doktor (S3) dari Faculty of Agricultural & Biological Sciences, University of Newcastle Upon Tyne, United Kingdom dalam bidang Sistematik Mikrobia Terapan. Beliau menggeluti penelitian yang terkait dengan peran keanekaragaman mikrobia dalam bioteknologi serta karakterisasi dan identifikasi mikrobia yang penting dalam bidang lingkungan, pertanian, pangan, perikanan, dan industri.

5.  Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc.[Mikrobiologi Laut]
Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. adalah profesor dalam bidang studi terumbu karang laut. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada tahun 1989 dan mendapatkan gelar Master (S2) dari Departement of Biology, McMaster University, Hamilton, Ontario, Kanada tahun 1995. Pada tahun 2001 memperoleh gelar Doktor (S3) dari Departement of Aquatic Biosciences, University of Tokyo, Japan. Beliau pernah menjadi peneliti selama setahun di Institut of Marine Sciences (IFM – GEOMAR) di Kiel, Jerman. Pada tahun 2002 mengikuti kegiatan DAAD postdoctoral di Institute for Chemistry and Biology of Marine Environment (ICBM), University of Oldenburg, Jerman.
Fokus penelitian Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. adalah pada beberapa isu tentang keragaman molekuler mikroba perairan laut dan produk – produk alami mikroba dari laut dengan penekanan pada simbiosis mikroba sebagai sumber keberkelanjutan produk alami dari laut. Beliau juga meneliti tentang peran simbiosis mikroba pada karang terkait dengan degradasi dan bioapsorbsi pestisida dan logam berat.

6.  Prof. Dr. Ir. Haryono Semangun [Interaksi Tumbuhan dan Mikroorganisme]
Lahir di Salatiga pada tanggal 15 Agustus 1930. Gelar Sarjana (S1) di bidang Pertanian diraih pada tahun 1956 dari Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Pada tahun 1968 berhasil menyelesaikan pendidikan ditingkat Doktoral (S3) dalam bidang Pertanian dari UGM. Beliau pernah mendapatkan pendidikan tambahan sebagai Pembantu Ilmiah (Wetenshappelijk Medewerker) di Laboratorium Fitopatologi dan Laboratorium Virologi, Sekolah Tinggi Pertanian di Wageningen, Belanda pada tahun 1965 – 1967. Pada tahun 1971 diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM.

7.  Drs. Jubhar Christian Mangimbulude, M.Sc.[Mikrobiologi Lingkungan]
Lahir di Tobelo, Halmahera Utara, 1 Juni 1966. Menyelesaikan jenjang studi Sarjana (S1) pada tahun 1990 di Fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga dengan bidang konsentrasi Ilmu dan Manajemen Lingkungan. Pada tahun 1997 berhasil menyelesaikan pendidikan Master (S2) di bidang Lingkungan dari Faculteit Biology, Vrije Universiteit Amsterdam, The Netherland. Gelar Doktor akan segera diraih pada bulan April 2013 dari Faculty of Earth and Life Sciences di Vrije Universiteit Amsterdam, The Netherland.

8.  Dr. Ir. Martanto Martosupono [Sains dan Masyarakat]
Dr. Ir. Martanto Martosupono lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, 15 Maret 1946. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) dari Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada tahun 1972, kemudian memperoleh gelar Doktor (S3) dari UGM pada tahun 1995.
Selama kurun waktu tahun 1967 – 1986, beliau pernah menjadi Asisten di UGM, yaitu Asisten Pembantu dan Asisten Ahli di Laboratorium Fitopatologi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Beliau juga pernah menjadi Asisten Tidak Tetap Fitopatologi di Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Tidak hanya di lembaga pendidikan, Dr. Ir. Martanto Martosupono terlibat pula sebagai Asisten Peneliti dan Asisten Direktur Penyakit Tanaman di Balai Penelitian Teh dan Kina (BPTK) di Gambung, Bandung.

9.  Soewarno M Serad [ Sains Teknologi dan Industri ]
Chairman Supervisory Board Djarum Foundation.

10. Drs. Emanuel Wahyu Saptomo, M.Hum. [Penemuan Manusia Flores (Homo floresiensis)]
Drs. Emanuel Wahyu Saptomo, M.Hum. merupakan lulusan Sarjana (S1) Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Arkeologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta tahun 1989. Beliau merupakan bagian dari Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkernas), Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

11.  Prof. Pdt. John Adrian Titaley, Th.D.[Sains dan Agama]
Prof. Pdt. John Adrian Titaley, Th.D. lahir di Sorong, 19 Juni 1950. Gelar Sarjana (S1) diperoleh pada tahun 1978 dari Fakultas Teologi, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, kemudian dilanjutkan hingga ke jenjang doktoral pada tahun 1995 dari Graduate Theological Union (GTU), Berkeley, USA. Minat studi beliau pada studi interdisiplin terkait dengan perjanjian lama dan agama masyarakat.

Dalam acara ini juga akan diadakan peluncuran:

1. Situs Majalah BioS www.biosmagz.com

2. Majalah BioS edisi 6 Vol.1

3. Buku, Tanggung Jawab Sosial Intelektual Magister Biologi

4. Prosiding Seminar Nasional, Karotenoid, Antioksdan dan Flavour

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top