Home / Berita / Refleksi 60 Tahun Penemuan DNA dan Penemuan HOMO FLORESIENSIS
Refleksi 60 Tahun Penemuan DNA dan Penemuan HOMO FLORESIENSIS

Refleksi 60 Tahun Penemuan DNA dan Penemuan HOMO FLORESIENSIS

Salatiga, 25 April 2013 Program Studi Magister Biologi, UKSW Salatiga mengadakan kegiatan seminar. Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta dengan latar belakang berbeda, seperti; dosen, peneliti, guru, ahasiswa dan siswa-siswi SMU. Acara ini merupakan peringatan 60 tahun penemuan model dobel helix dalam bentuk 3 dimensi yang di publikasikan di majalan natur pada 25 april 1953 oleh Watson dan Crick.

 

Pada tahun 1962 James Watson (b. 1928), Francis Crick (1916-2004), dan Maurice Wilkins (1916-2004) bersama-sama menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran terhadap penemuan struktur asam deoksiribonukleat (DNA).

Pada tahun 1962 James Watson (b. 1928), Francis Crick (1916-2004), dan Maurice Wilkins (1916-2004) bersama-sama menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran terhadap penemuan struktur asam deoksiribonukleat (DNA) (www.chemheritage.org).

Penemuan oleh Watson dan Crick ini membuka cakrawala berpikir bagaimana penyandi kode genetik mahluk hidup itu dimodelkan dalam bentuk 3 dimensi. Dari penemuan ini akan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya biologi molekuler. Kini perkembangan penelitian DNA semakin pesat dan hasilnya banyak dipakai dalam multi disiplin ilmu.

Suasana ruangan seminar.

 

Acara yang diadakan di hall gedung G lantai 5 UKSW dibuka oleh PR IV Dra. Martha Nandari S. Handoko, MA yang kemudian diawali refleksi oleh para ahli dengan beragam kepakarannya. Ir Ferry F. Karwur., M.Sc., Ph.D memberikan refleksi tentang sejarah penemuan DNA hingga aplikasinya saat ini. Dilanjutkan oleh Prof. Ferdy S Rondonuwu S.PD., M.Sc., yang memaparkan bagaimana DNA dilihat dari sudut pandang fisika, sedangkan dari sudut pandang matematika disampaikan oleh Dr. Suryasatria Trihandaru. Prof. Dr. Langkah Sembiring dari UGM Yogyakarta memaparkan tentang taksonomi mikroorganisme dari sejarahnya hingga taksonomi molekulernya.
Anak-anak SMU nampak antusias menyimak refleksi yang disampaikan oleh pembicara.

Anak-anak SMU nampak antusias menyimak refleksi yang disampaikan oleh pembicara.

Prof. Ocky Karnarajasa dari UNDIP yang memberikan materinya berupa manfaat teknologi biologi molekuler dengan untuk rekayasa genetika dalam menciptakan obat-obatan dari terumbu karang dan mikroorganisme laut. Prof. Dr, Haryono Semangun memberikan sudut pandangnya dari sisi pertanian, yakni penyakit tanaman yang diatasi dengan pendekatan molekuler. Drs Jubhar C. Mangimbulude M.Sc memaparkan pentingnya aplikasi bakteri potensial untuk bioremidiasi. Pemapar terakhir oleh Dr Martanto Martosupono dengan menyampaikan refleksinya berkaitan sains dan masyarakat.

Drs. Jubhar C. Mangimbulude M.Sc meluncurkan majalah Bios dan situsnya, dan buku Tanggung Jawab Sosial Intelektual Magister Biologi. Semua yang hadir mendapatkan buku dan majalah secara gratis.

Drs. Jubhar C. Mangimbulude M.Sc meluncurkan majalah Bios dan situsnya, dan buku Tanggung Jawab Sosial Intelektual Magister Biologi. Semua yang hadir mendapatkan buku dan majalah secara gratis.

Ditengah-tengan acara diadakan peluncuruan majalah Bios, yakni majalah ilmiah semi populer yang diterbitkan oleh Magister Biologi, UKSW. Selain majalan Bios, diluncurkan pula versi onlinnya yakni www.biosmagz.com. Buku Tanggung Jawab Sosial Intelektual Magister Biologi UKSW juga turut serta diluncurkan. Buku ini adalah kumpulan publikasi mahasiswa S2 Biologi yang diterbitkan di media masa. Semua yang hadir di acara ini mendapatkan majalah dan buku yang diluncurkan secara gratis.

Drs. Wahyu Saptomo, M.Hum memberikan kuliah tamu dengan tema Penemuan Manusia Flores.

Drs. Wahyu Saptomo, M.Hum memberikan kuliah tamu dengan tema Penemuan Manusia Flores.

Acara di tutup dengan kuliah tamu dari Drs Emmanuel Wahyu Saptomo M.Hum. Beliau adalah arkeolog dari Pusat Arkeologi Nasional yang memaparkan hasil temuannya yakni manusia purba dari Flores yang diberi nama Homo Floresiensis. Manusia purba hasil temuannya di Liang Bua NTT yang mirip tokoh fiksi hobbit ini telah menggemparkan dunia, sehingga mengangkat citra Indonesia dalam kancah sejarah evolusi manusia di bumi. Akhirnya acara berakhir setelah sesi tanya jawab dan penyerahan cindera mata untuk semua pembicara

Acara ini terselenggara berkat kerja sama Magister Biologi, Majalah Ilmiah Semi Populer BioS dan di dukung oleh Djarum Foundation. []

LOGOS

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top