Home / Biodiversitas / Obat-obatan dari Laut Raja Ampat
Obat-obatan dari Laut  Raja Ampat
Peta Kepulauan Raja Ampat

Obat-obatan dari Laut Raja Ampat

 

Indonesia terdiri atas sekitar 17.000 pulau dan mempunyai panjang pantai sekitar 81.000 km. Dengan kondisi alam dan iklim yang tidak banyak mengalami perubahan sepanjang tahun, memungkinkan banyak jenis biota ekonomis yang hidup di perairan pantai, di antaranya teripang. Sebagai produk perikanan, teripang tidak hanya di konsumsi di Indonesia, tetapi beberapa Negara di Eropa, Jepang, Hongkong, dan Amerika Serikat. Biota ini dikenal dengan nama ketimun laut, karena bentuknya menyerupai ketimun, sea cucumber (Inggris), dan beche de-mer (Prancis). Produk perikanan teripang merupakan salah satu hasil laut yang telah lama menjadi komuditas perdagangan lokal maupun internasional.

Kepulauan Raja Ampat terletak di ujung barat laut Papua Barat. Kepulauan ini terdiri dari empat pulau utama, Waigeo, Batanta, Selawati, dan Misool bersama dengan ratusan pulau kecil seperti Kofiau dan Ayau yang tersebar dalam wilayah seluas 43.000 km2.

Raja Ampat memiliki jenis-jenis karang keras dan jenis ikan serta berbagai biota laut yang terbanyak di dunia, dari situlah menjadi sebuah proritas bagi konservasi keanekaragaman hayati laut dan pengelolaan perikanan, mengingat bahwa lebih dari 90% penduduk di Raja Ampat hidup di daerah pesisir dan bergantung pada sumberdaya laut sebagai mata pencaharian.

Kepulauan Raja Ampat menjadi sebuah kabupaten maritim otonom (Kabupaten Bahari) pada tahun 2003. Kondisi ini membuka peluang untuk pengelolaan lokal yang lebih besar terhadap sumberdaya laut yang kaya. Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan system perekonomian masyarakat Raja Ampat, tanpa campurtangan pihak-pihak lain.

Komuditas teripang mempunyai prospek cukup baik dan bernilai ekonomis. Harga yang tinggi di pasaran Internasional disebabkan karena nilai gizi yang terkandung dalam teripang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kandungan gizi teripang terdiri atas protein 82%, lemak 1,7%, kadar abu 8,6%, karbohidrat 4,8%, vitamin A 455 mg, vitamin B 0,04 mg, riboflavin 0,07mg, niacin 0,4%, dan total kalori 385 kal/100 gr.

Teripang pasir (Holothuria scabra) bagian abdominal.

Teripang pasir (Holothuria scabra) bagian abdominal.

Pada umumnya teripang adalah pemakan organisme kecil, detritus (sisa-sisa pembusukan bahan organik), diatomae, protozoa, nematode, alga filament, kopepoda, ostrakoda, dan rumput laut. Jenis makanan lainnya adalah radiolarian, foraminifera, partikel-partikel pasir, hancuran karang, dan cangkang hewan. Makanan teripang di alam, 80% dari komponen yang paling banyak dimakan adalah partikel pasir dan 20% protein dari organisme kecil. Karena itu, pertumbuhan teripang di alam sangat lambat, termasuk perkembangan organ reproduksi, khususnya pematangan gonad. Dari hasil analisi usus teripang diperoleh bahwa sebagian besar 95% berupa pasir, lumpur, pecahan batu karang, dan detritus. Jenis plankton yang dijumpai dalam usus teripang didominasi oleh kelompok diatom dan detritus, serta kandungan bahan organik berkisar 2,71-4,11 %. Jenis plankton yang dominan dimakan teripang adalah Nitzschia sp. Jenis plankton lainnya yang dimakan teripang adalah Chlorella sp. Coscinodiscus sp, Amphora sp, Rizosolenis sp, Synedra sp, Chaetoceros sp, Navicul sp, Pleurosigma sp, Mastogloia sp, Biddulphia sp, dan Coconesis sp.

Berdasarkan kebiasan makan, teripang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah golongan Holothuridae yang dapat makan terus-menerus sepanjang hari dan biasa hidup diatas permukaan dan di dalam pasir atau lumpur. Kelompok yang kedua adalah golongan Stichopus yang biasa selama 2 sampai 3 hari sekali teripang jenis ini hidup di antara karang atau atau menggali lubang pada pasir.

Kekayaan jenis teripang secara keseluruhan belum terungkap, tetapi beberapa jenis teripang komersial seperti Holothuria scabra, H. nobilis, H. fuskogilfa, dan Telenota ananas, telah mengalami eksploitasi. Tekanan eksploitasi terhadap jenis-jenis teripang tersebut menyebabkan populasi alaminya semakin menurun terus menerus, sementara usaha pengelolaan dan pelestarianya semakin minimal atau berkurang.

Teripang juga telah di manfaatkan cukup lama oleh berbagai kelas Sosial Masyarakat Dunia, bahkan masyarakat pesisir pantai dan pulau-pulau sudah lama mengkonsumsinya sebagai bahan makanan. Teripang banyak memiliki kandungan yang berkhasiat sebagai Makanan kesehatan (food suplemen). Lemak yang terkandung dalam teripang adalah asam lemak tak jenuh ω-3 (omega 3) yang penting untuk kesehatan jantung, asam lemak tak jenush jenis ω-3, terutama DHA (Decosahexaenoic Acid) dan EPA (Eicosapentanoic Acid) merupakan asam lemak rantai panjang yang banyak ditemukan pada biota laut, termasuk teripang. DHA dan EPA berfungsi untuk kecerdasan, karena bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan berhubungan dengan pertumbuhan simpul-simpul saraf, serta melancarkan sirkulasi darah sebagaimana diketahuai, sekitar 60% otak manusia terdiri dari lemak, terutama asam lemak seperti DHA.

Pada masa pertumbuhan DHA dan EPA diperlukan dalam jumlah besar untuk perkembangan sel-sel otak. Asam lemak ω-3 di perlukan sebagai unsur penyusun dinding sel neuron. Selain itu, DHA juga di perlukan untuk perkembangan indra penglihatan. DHA di perlukan sebagai unsur pertumbuhan cawan untuk rhodopsin, senyawa vital penyinderaan dan pengiriman balik sinyal yang diterima mata ke otak.

Di dalam tubuh teripang terdapat berbagai komponen gizi yang berfungsi sebagai penyembuh penyakit. Kandungan FPA dan DHA pada teripang yang cukup tinggi, masing-masing 25,69% dan 3,69%, menyebabkan teripang mampu dengan cepat memperbaiki jaringan yang rusak dan menghalangi pembentukan prostaglandin penyebab radang tinggi. Sedangkan DHA adalah asam lemak utama pada sperma, otak, dan retina mata. Asupan DHA tinggi dapat menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit jantung. Kekurangan DHA menyebabkan penurunan seritan otak pemicu penyakit alzeheimer dan depresi.

EPA dan DHA juga membantu mengurangi kekentalan darah, dan mencegah terjadinya atherosklorosis yang dapat menurunkan tekanan darah. Kandungan kalium dalam teripang dapat menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal, sehingga pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.

Li Z, Wang H. dan Zhang G. dari Shanghai Institute of Hematology, Shanghai Second Medical University, China Mengungkapkan bahwa teripang merupakan anti penggumpalan dan pembekuan darah. Hal ini disebabkan lantaran adanya senyawa glikosaminoglikan. Pada konsentrasi 5 mikrogram/ml, glikosaminoglikan mampu menyembuhkan stroke isemik otak dan penyakit jantung isemik yaitu dengan menghambat aktivitas pembekuan darah melalui penghambat monomer fibrin dan meningkatkan aktivitas plasmin. Plasmin, enzim ini mengurangi protein plasma darah sehingga menurunkan kekentalan darah saat terjadi luka, dan darah dengan cepat membeku.

Teripang juga memperkokoh tulang dan sendi. Teripang mengandung 86% protein yang mudah diuraikan oleh enzim pepsin. Dari sejumlah itu, sekitar 80% kolagen. Kolagen berfungsi sebagai pengikat jaringan dalam pertumbuhan tulang dan sendi. Dalam pertumbuhan tulang, suplemen kalsium saja tidak cukup sebab tulang terdiri dari kalsium fosfat dan kolagen sebagai pengisi. Tanpa kolagen tulang menjadi rapuh dan mudah pecah, sebaliknya, bila tanpa kalsium, tulang akan kenyal seperti karet. Oleh sebab itu kolagen merawat tulang dan sendi, dan bersama keratin bertanggung jawab kekenyalan kulit.
Kandungan kondroitin sulfat pada teripang mampu mengurangi rasa sakit akibat radang sendi. Kondroitin sulfat pada teripang (sea chondroitin), mencegah pengeroposan sendi penyebab radang. Senyawa ini memperbaiki dan membangun kembali tulang rawan, membentuk sendi yang terkikis akibat kecelakaan, benturan, dan kelebihan bobot badan, tanpa menyebabkan efek samping. Selain itu Kondroitin digunakan untuk menghambat perkembangan virus.

Teripang juga mengandung saponin glikosida dan SOD (Super Oxide Dismutase). saponin glikosida mempunyai struktur yang mirip dengan senyawa aktif dalam ginseng, ganoderma, dan tumbuhan herbal tekenal lainnya. Senyawa ini diketahui berfungsi sebagai anti-kanker, dan anti-inflamasi. SOD juga berfungsi sebagai senyawa yang bersifat antioksidan yang diharapkan menjadi alternatif sumber antioksida bagi manusia di masa mendatang.

Protein teripang sangat baik bagi system pencernaan, memperkuat daya imun, menghasilkan hormon, dan enzim dalam proses metabolism. Menurut Sitti Aisyah, seorang herbalis, kandungan protein yang tinggi pada teripang dapat dimanfaatkan untuk meregenerasi sel pancreas sehingga produksi sel insulin meningkat. Kondisi tersebut sangat diharapkan para penderita diabetes.

Penelitian di bidang Farmakologis dan Kedokteran modern juga membuktikan bahwa teripang adalah obat yang berkhasiat. Penelitian Hassan Yaccob dari Universitas Malaya yang menggunakan kelinci sebagai hewan uji coba. Menemukan keampuhan teripang sebagai penyembuh luka. Hassan Yaccob menggunakan 3 kelompok kelinci masing-masing terdiri atas 5 ekor masing-masing kelinci disayat hingga 10 cm, luka sayat pada kelompok pertama dioles air rebusan teripang, kelompok kedua diberi Yodium, dan kelompok ketiga tanpa perlakuan. Air rebusan teripang dan Yodium diberikan 3 kali sehari. Dua hari berselang luka kelompok pertama yang diberi air rebusan teripang mengering, luka kelompok kedua yang diberi Yodium tetap basah, dan kelompok ketiga tanpa perlakuan terinfeksi.

Penelitian Hassan Yaccob ini membuktikan bahwa teripang merupakan penyembuh luka yang sangat baik. Teripang mengandung CGF (cell Growth Factor) yang dapat menstimulus regenerasi sel sehingga mempercepat penyembuhan luka. Baik luka luar seperti luka akibat cedera, sayatan benda tajam, maupun luka gangren akibat diabetes, teripang dapat membantu mengeringkan luka mempercepat penutupan luka, dan menghilangkan bau.

Sementara itu Penelitian Ridwan Hashim membuktikan bahwa teripang spesies Holothurian atra, H. scabra, dan Bohadshin argus memiliki efek anti-bakteri. Dalam penelitian ini Ridwan Hashim menggunakan bakteri Streptococcus faecalis penyebab pembengkakan bagian dalam jantung, S. viradans penyebab kerusakan katub jantung, S. pneumonia penyebab radang paru-paru dan sinusitis akut, Staphylococcus aureus penyebab meningitis, dan Proteus mirabilis penyebab infeksi luka. Hasilnya bakteri terhambat akibat si penderita di beri ekstrak teripang.

Teripang Gamma (Stichopus vaiegtus)

Teripang Gamma (Stichopus vaiegtus)

Teripang juga mengandung saponin glikosida dan SOD (Super Oxide Dismutase). saponin glikosida mempunyai struktur yang mirip dengan senyawa aktif dalam ginseng, ganoderma, dan tumbuhan herbal tekenal lainnya. Senyawa ini diketahui berfungsi sebagai anti-kanker, dan anti-inflamasi. SOD juga berfungsi sebagai senyawa yang bersifat antioksidan yang diharapkan menjadi alternative sumber antioksida bagi manusia di masa mendatang. 
Kandungan nutrisi teripang umumnya tinggi. Namun kandungan nutrisi tersebut juga sangat erat kaitannya dengan kedalaman perairan dimana teripang semakin dalam lokasi hidup teripang, semakin baik kandungan nutrisinya pada kedalaman > 20 m lemak teripang semakin sedikit sementara kandungan asam lemak tak jenuh semakin tinggi. Hal itu terlebih karena di kedalaman, teripang kurang terkena polusi. Namun daerah Raja Ampat (lokasi penelitian) kedalaman 1 – 10 masih di temukan teripang.

 

Rahman Rumlus/MB2012

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top