Home / Biodiversitas / Ekosistem Laut Raja Ampat
Ekosistem Laut Raja Ampat
Perkampungan di Raja Ampat

Ekosistem Laut Raja Ampat

 

Geografis Raja Ampat
Kabupaten Raja Ampat merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Sorong yang secara resmi menjadi daerah otonom pada 12 April 2003 dengan ibukota di kota Waisai yang terletak di Pulau Waigeo. Secara astronomi Raja Ampat terletak pada 2025 LU-4025 LS dan 1300-132055 BT. Dengan batas wilayah secara administrasi sebagai berikut:
a.Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Seram Utara, Provinsi Maluku
b.Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara
c.Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong
d.Sebelah Utara berbatasan dengan Republik Federal Palau.
Daerah Raja Ampat merupakan daerah kepulauan dan 85% merupakan perairan. Raja Ampat memiliki 610 pulau dengan 34 pulau yang berpenghuni. Empat pulau besar diantaranya adalah Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta dan Pulau Misool dan sisanya pulau-pulau kecil.

Luas wilayah Kabupaten Raja Ampat 46.108 km2. Berdasarkan Undang-Undang No.26/2002, wilayah Kabupaten Raja Ampat Terdiri dari 7 distrik yaitu: (1) Kepulauan Ayau; (2) Waigeo Utara; (3) Waigeo Selatan; (4) Waigeo Barat; (5) Samate; (6) Misool Timur; dan (7) Misool. Kemudian terjadi pemekaran 6 distrik baru yaitu (1) Kofiau; (2) Waigeo Timur (3) Teluk Mayalibit; (4) Misool Selatan; (6) Selat Sagawin; dan (7) Meos Mansar.
Terumbu Karang
Terumbu karang di perairan Raja Ampat berdasarkan hasil penelitian Conservation International Indonesia (CII), The Nature Conservancy (TNC) dan World Wild Fun (WWF) tecatat 537 jenis karang keras, 9 diantaranya jenis baru dan 13 jenis endemik. Kondisi terumbu karang 60% dalam keadaan baik dan sangat baik. Dominasi terumbu karang setiap lokasi bervariasi. Namun Genus yang mendominasi di seluruh perairan Raja Ampat sebanyak 68 jenis dengan Genus Montipora (30 jenis), Porites (13 jenis), Fungia (11 jenis), Pavona (11 jenis), Leptoseris (8 jenis), Psamocora (7 jenis), Astreopora dan Platigyra masing-masing 6 jenis. (DKP-KRA 2006,dalam IPB: Bab IV Kondisi Umum Daerah Penelitian).

Padang Lamun (seagrass)
Padang Lamun yang terdapat di Raja Ampat umumnya homogen dan berasosiasi dengan terumbu karang. Jenis Lamun yang terdapat di Raja Amapat diantaranya jenis Enhalus acroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, dan Syringodium isoetifolium.

Mangrove
Berdasarkan hasil survei dan analisis citra digital, luas ekosistem mangrove di Raja Ampat ± 27.180 ha dengan 25 jenis mangrove dan 27 tumbuhan asosiasi mangrove. Ekosistem mangrove ini didominasi oleh famili Rhizophoraceae dan famili Soneratiaceae. Kondisi mangrove di Raja Ampat sangat baik. Kerapatan pohon mangrove mencapai 2.350 batang/hektar.

Ikan
Wilayah Raja Ampat yang begitu tinggi dengan kenekaragaman terumbu karangnya, berpengaruhi juga pada kondisi habitat jenis-jenis ikan karang. Jenis-jenis ikan karang yang tercatat sebanyak 1.074 jenis dan ikan komersil sebanyak 196 jenis. Beberapa ikan laut yang endemik diantaranya adalah Eviota raja (sejenis gobi), Apagon (ikan kardinal), dan Hemiscyllium (sejenis hiu). Sealain itu terdapat ikan pari manta/manta ray (Manta birostris) dengan lebar badan sekitar 670 cm dan berat maksimum mencapai 1.400 kg.
Berbagai macam crustacean banyak terdapat di wilayah Raja Ampat, baik berupa udang hias maupun udang konsumsi. Jenis udang yang bernilai ekonimi tinggi adalah udang barong (Panulirus sp), yang terdapat di ekosistem terumbu karang. Koditas lain adalah kepiting (Scylla serata) dan ranjungan (Portunus sp) yang terdapat di daerah mangrove.

Mollusca
Berdasarkan hasil penelitian CII terdapat 600 jenis mollusca yang terdapat di wilayah Raja Ampat. Beberapa jenis Mollusca yang bernilai ekonomi tinggi diantaranya adalah kerang-kerangan, cumi-cumi (Loligo sp), sotong (Sepia sp), gurita (Oktopus sp), teripang dan tiram mutiara (Pinctada sp). Di Raja Ampat Juga terdapat kima raksasa (tridacna gigas) yang berukuran hingga 1,5 m.

Rumput-rumput laut yang tumbuh alami di daerah Fafanlap

Rumput-rumput laut yang tumbuh alami di daerah Fafanlap

Rumput Laut
Rumput laut banyak terdapat di daerah Distrik Misool, Samate, dan Waigeo Utara. Komoditas rumput laut jenis Euchema cottoni telah di budidayakan.

Satwa Pesisir
Wilayah Raja Ampat memiliki satwa-satwa pesisir yang keberadaannya hampir punah. Satwa-satwa tersebut diantaranya penyu sisik (Eretmochelys imbricate) dan lumba-lumba (Cetacean).
Atin Tri Hariani/MB2012

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top