Home / Ekologi / Bulu Babi, Duri Beracun yang Bermanfaat
Bulu Babi, Duri Beracun yang Bermanfaat
Warna-warni bulu babi di kepulauan Raja Ampat, Papua Barat.

Bulu Babi, Duri Beracun yang Bermanfaat

 

Hewan ini memiliki duri yang tajam seperti hewan landak yang hidup di darat sehingga orang sering menyebutnya dengan landak laut. Di samping memiliki duri yang tajam, juga memiliki racun yang dapat membuat orang deman ketika tetusuk durinya. Durinya yang tajam sehingga disebut bulu babi atau duri babi. Hewan ini sering di jumpai di pesisir pantai maupun di laut yang dalam. Hidup di padang lamun dan terumbu karang dengan tubuh berbentuk bulat, berduri dan berwarna. Warna bulu babi hitam, hijau, coklat, ungu, dan merah. Oleh masyarakat Raja Ampat di kenal dengan nama “sarawaki”. Masyarakat Raja Ampat mengonsumsi bulu babi sebagai lauk untuk dimakan bersama papeda. Bulu babi dapat dikomsumsi langsung tanpa di masak terlebih dahulu layaknya ikan , kepiting atau udang.
Bulu babi merupakan kelompok invertebrata yang hidup di laut. Hewan ini memiliki gonad yang dapat dikomsumsi oleh manusia dan dapat dijadikan pakan untuk ternak. Bulu babi dapat dijadikan sebagai organisme model untuk mempelajari biologi reproduksi, embriologi, taksiologi, regulasi gen, dan biologi evolusi sehingga disebut juga sebagai organisme multi fungsi. Di Kabupaten Raja Ampat penyebaran bulu babi hampir seluruh pantai berkarang dan berlamun yang tersebar diberbagai pulau kecil maupun pulau besar.
Bulu babi tergolong organisme kelas Echinoidea bersama dengan dolar pasir. Kelas ini terdiri atas subkelas Perischoechinoidea dan subkelas Euechinoidea. Subkelas Perischoechinoidea terdiri atas ordo Cidaroida dan dua famili diantaranya yaitu Cidaridae. Sedangkan subkelas Euechinoidea terdiri dari 14 ordo dan 44 famili, diantaranya adalah famili Diadematacea dan Echinacea.

Dari bentuknya, mengapa hewan ini disebut bulu babi.

Dari bentuknya, mengapa hewan ini disebut bulu babi.

Morfologi bulu babi
Bentuk tubuh globular, terdiri atas lima bagian tubuh yang sama, tanpa lengan, dan berduri. Duri melekat pada otot yang menyerupai bongkol (tuberkel). Mempunyai pediselaria. Kaki ambulakral pendek dan terletak di antara duri-duri yang memanjang. Mulut dikelilingi oleh lima buah gigi yang berkumpul di dalam bibir berbentuk corong. Di ujung aboral terdapat: anus, gonopor (lubang genital), dan madreporit.

Respirasi dilakukan oleh podia yang berjumlah 10 buah yang terletak di sekitar mulut. Pencernaan berupa Lentera Aristotle (struktur yang kompleks). Saluran pencernaan terdiri atas: mulut, lentera Aristotle, esophagus, lambung, usus, dan anus. Bulu babi bergerak secara amblakrum terdiri dari: madreporit (terletak di daerah periproct), saluran batu (dikelilingi kelenjar aksial), saluran cincin (mengelilingi esophagus), lima saluran radial yang berhubungan dengan kaki tabung.

Sistem syaraf terdiri dari: cincin syaraf yang mengelilingi mulut, lima syaraf radia, pleksus subepidermal yang mensyarafi podia, duri, dan pediselaria. Organ sensori terdiri dari: Podia, duri, dan pediselaria (organ sensorik). Alat reproduksi berupa organ kelamin yang terpisah berupa gonad terletak dibagian dalam permukaan aboral dan mempunyai lubang genitalia (gonopore) yang terletak di daerah periproct. Larvanya disebut pluteus. Perilaku bulu babi bergerak dengan menggunakan duri dan kaki tabung. Duri dapat dianggap sebagai pelindung tubuh.
Habitat Bulu babi

Habitat Buku Babi
Bulu babi umumnya berada di zone intertidal hingga kedalaman 80-90 kaki, tetapi keberadaan bulu babi paling melimpah ditemukan di perairan dangkal, zone subtidal, dan padang lamun. Bulu babi hidup pada kedalaman 10 meter yang memiliki terumbuh karang dan padang lamun. Hewan ini berada di padang lamun untuk mencari makan dan di terumbu karang untuk berlindung dari terjangan ombak.

Bulu babi sebagai salah satu biota penghuni padang lamun, karena bergantung pada berbagai jenis lamun misalnya: Thalassia, Syringodium, Thalossodendron, dan Cymodocea. Pada padang lamun bulu babi hidup secara mengelompok (Soliter). Bulu babi yang hidup mengelompok misalnya jenis Diadema setosum, D. antillarum, Tripneustes gratilla, T. ventricosus, Lytechinus variegathus, Temnopleurus toreumaticus, dan Strongylocentrotus spp. Sedangkan bulu babi yang hidupnya cenderung menyendiri misalnya jenis Mespilia globules, Toxopneustes pileolus, Pseudoboletia maculate, dan Echinothric diadema.

Di Raja Ampat, Gonad bulu babu dikonsumsi sebagai lauk untuk papeda.

Di Raja Ampat, Gonad bulu babu dikonsumsi sebagai lauk untuk papeda.

 

Manfaat Bulu babi
Semua bulu babi dapat dikomsumsi, namun tidak semua bulu babi memiliki gonad. Di antara jenis bulu babi yang dapat dimakan adalah Tripneustes gratilla. Jenis ini hidup di padang lamun, namun ada juga yang hidup menempel pada terumbu karang atau batuan di sekitar pantai. Bagian bulu babi yang dapat dimakan adalah gonad. Di dalam gonad bulu babi mengandung protein sekitar 70%.

Pada kawasan mediterania, Amerika Utara, Cili, dan Selandia Baru, gonad bulu babi dapat dimakan mentah yang dicampur dengan jeruk lemon. Di Jepang Bulu babi dapat dijadikan bahan baku sushi dan sashimi, sehingga Jepang mengimpor bulu babi dari Amerika dan Korea Selatan.
Bulu babi dapat bermanfaat untuk menambah vitalitas, mengantur metabolism, menurunkan kolesterol, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu bulu babi dapat dijadikan bahan baku industry farmasi dan industry makanan.

Hampir semua bagian bulu babi dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk bermanfaat. Cangkang bulu babi dijadikan bahan baku kerajinan tangan atau diolah menjadi tepung sebagai bahan baku makanan ternak. Sedangkan usus bulu babi dapat dijadikan pupuk organik.
Bulu babi dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran laut. Dari bebarapa peneliti menyatakan bahwa akumulasi bulu babi mencerminkan kelimpahan dan bioavailabilitas dalam air terkontaminasi, sehingga dapat dikatakan bahwa bulu babi memiliki sensivitas yang tinggi terhadap logam berat.

Bulu babi dapat dijadikan bioindikator pencemaran laut.

Bulu babi dapat dijadikan bioindikator pencemaran laut.

 

Bulu babi sangat peka terhadap polutan logam berat. Untuk menentukan suatu organisme dapat digunakan sebagai bioindikator logam berat di perairan harus memiliki kriteria berupa: spesies yang dominan dalam populasi, dapat disampling pada setiap musim, toleran terhadap polutan, dan mudah dipelihara pada kondisi laboratorium. Bulu babi yang sering digunakan untuk bioindikator adalah jenis Deadema antilarum, yang memiliki sensivitas tinggi terhadap logam berat Cu pada level kontaminasi rendah. Sedangkan bulu babi jenis Tripneustes ventricosus dan Lytechinus variegates dapat digunakan untuk melihat perilaku covering dari radiasi sinar UV . Bulu babi jenis Deadema setosum dapat digunakan untuk menentukan status kontaminasi logam pada ekostem coral.

Di Indonesia bulu babi belum dimanfaatkan secara maksimun hanya sebagian kecil yang dapat dikomsumsi dan sisanya hanya dijadikan sampah dan dibuang begitu saja. Selain itu bulu babi babi dapat merusak karang sehingga kebanyakan disingkirkan dari karang. Bulu Babi sering diabaikan, karena durinya yang beracun. Di balik durinya yang tajam dan beracun tersimpan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia.

Tamrin Rumai/MB 2012

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top