Home / Bios Cetak / KURMA: Si Manis dari Surga
KURMA: Si Manis dari Surga

KURMA: Si Manis dari Surga

Kurma merupakan tumbuhan yang tergolong dalam bangsa palma yang memiliki sejarah panjang dan menarik. Kurma dianggap sebagai salah satu buah dari surga yang penuh dengan hikmah, dan banyak disebut-sebut dalam Al-Qu’ran maupun Kitab Suci Perjanjian Lama dan Baru. Apabila ditelurusi asal mulanya, kurma merupakan buah kuno karena telah ada, pada saat, bahkan sebelum sejarah ditulis. “Musim buah kurma” di Indonesia adalah bulan Ramadhan, saat kaum muslim menjalankan ibadah puasa. Di negara asalnya, kurma dapat dijumpai setiap saat karena tanamannya berbuah sepanjang tahun. Sebenarnya, kini pun Anda dapat memperoleh kurma di supermarket. Di Masjid Bustanul Muttaqin, Getas, Pabelan (± 5 km utara Kota Salatiga) dapat dijumpai tumbuhan khas padang pasir ini.

Kurma merupakan penyusun vegetasi karakteristik yang tumbuh di sekitar oasis daerah arid di Timur Tengah. Oleh orang-orang Mesir kuno, kurma dijadikan simbol kesuburan manusia, dan dianggap sebagai pohon kehidupan. Bangsa Yunani dan Romawi kuno menjadikan kurma sebagai simbol kejayaan atau kemenangan, sedangkan menurut tradisi bangsa Ibrani dan orang-orang Kristen kurma dijadikan sebagai simbol perdamaian dan mengingatkan penyambutan Yesus pada saat masuk Yerusalem. Sekitar tahun 4000 SM, pertama kali dilaporkan budidaya kurma oleh orang Mesopotamia, bahkan di daerah India Barat kurma sudah dibudidayakan lebih kurang 8000 tahun yang lalu. Kurma yang dianggap sebagai tetua (wild species) dijumpai tumbuh sekitar tahun 5000–6000 SM di daerah Iran, Mesir, dan Pakistan.

Selain di daerah arid, kurma tumbuh baik di daerah semi-arid. Penyebarannya mulai dari daerah Canari dan Morocco sampai India, meliputi negara-negara di Afrika Utara, Afrika Selatan, Afrika Timur, sebelah selatan Semenanjung Balkan dan Asia Kecil seperti Syria, Palestina, Jordania, Irak, Saudi Arabia, Iran, dan Sudan. Kurma juga tumbuh sebagai tanaman hias di Eropa Selatan, meskipun jarang yang bisa berbuah, kecuali daerah di sebelah selatan Italia dan Spanyol. Kurma juga dijumpai tumbuh baik di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Di Amerika Serikat, daerah Kalifornia Selatan dan Arizona merupakan daerah utama penghasil kurma. Selain di dua daerah tersebut,

Kurma, yang dikenal dengan nama ilmiah Phoenix dactylifera L., tergolong  dalam genus Phoenix, subfamilia Phoenicoideae dari familia Arecaceae (Palmae). Subfamilia ini hanya memiliki satu genus saja yaitu Phoenix dengan 12 spesies. Dari semua anggota Phoenix yang tumbuh sebagai palm hias, baik in doors maupun out doors, hanya P. dactylifera (sering disebut common date) yang dibudidayakan untuk diambil buahnya. P. reclinata misalnya, adalah kurma liar yang tumbuh di daerah berawa sabana Afrika tropik, P. sylvestris merupakan spesies kurma berbatang soliter di daratan India dan dijadikan sebagai sumber nira dan gula. kurma juga tumbuh di Utah, Nevada, Texas, dan Florida. Kurma dari berbagai spesies juga dijumpai tumbuh di daerah dingin di Amerika Serikat seperti di Carolina, Georgia, Lousiana, Mississippi, Oregon, Washington, dan British Columbia, meskipun produksi buahnya tidak bagus karena kurang mendapatkan musim panas yang panjang. Di benua Australia, kurma dijumpai tumbuh di daerah Queensland.

Kurma memiliki banyak varietas yang dapat dijadikan sebagai sumber gen untuk program penyilangan atau pemuliaan. Keunggulan tiap varietas berbeda-beda, dapat disebabkan oleh ukuran buah yang besar, kualitas buah tinggi, tingkat kemasakan,  kandungan kimia, toleransi terhadap kondisi lingkungan, ataupun memiliki gabungan berbagai sifat unggul yang lain. Ada varietas yang memiliki kualitas tinggi seperti misalnya Barhee, Amir Hajj, Dayri, Empress, Halawy, dan Khadrawy. Ada pula yang tergolong memiliki kualitas superior seperti varietas Deglet Noor dan Kush Zebda.

Pohon kurma seperti pohon palm lainnya yang daunnya terkumpul di ujung batang, mempunyai ketinggian mencapai 33 m. Anak-anak daun dari daun mejemuk menyiripnya, bagian bawah berubah menjadi duri-duri kaku. Panjang daunnya sendiri 4-7 m, yang setiap bulannya tumbuh satu daun baru. Pohon-pohonnya yang mempunyai bunga berkelamin tunggal mengingatkan kita akan tanaman salak, yang dikenal sebagai tumbuhan berumah dua. Bunga jantan ataupun betina tersusun dalam cabang-cabang yang secara keseluruhan membentuk mayang jantan dengan 100-150 cabang dan mayang betina dengan 10-30 cabang saja. Buahnya silindris berukuran 2,5-7,5 x 2,5 cm dengan warna hijau, kemerahan, dan kekuningan. Lapisan kulit luarnya tipis menjangat dan ke sebelah dalam disusul lapisan tebal berdaging yang enak dimakan, akhirnya biji bertempurung keras dan beralur membujur.

Pembentukan buah kurma dapat terjadi apabila telah berlangsung proses penyerbukan bunga betina oleh serbuk sari bunga jantan. Penyerbukan yang dapat dibantu oleh angin, serangga atau oleh manusia mengawali proses pembuahan. Penyerbukan kurma yang dibudidayakan tidak mengandalkan bantuan angin dan serangga, namun secara tradisional dilakukan oleh manusia dengan cara memasukkan mayang jantan yang telah masak ke mayang betina.

Metode penyerbukan yang lebih modern dilakukan dengan mengumpulkan serbuk sari dari mayang jantan, dicampur dengan carrier (seperti talk atau tepung) dan ditaburkan pada mayang betina yang masak, secara mekanik. Bila penyerbukan dibiarkan secara alamiah, maka 50% jumlah tanaman yang ada harus tanaman jantan. Penerapan cara ini di perkebunan kurma akan tidak ekonomis. Oleh karena itu, diperlukan adopsi proses penyerbukan secara manual. Keuntungan proses penyerbukan ini adalah bunga jantan dari satu pohon kurma dapat digunakan untuk menyerbuki 40-50 bunga betina.

Proses penyerbukan manual yang dilakukan dengan hati-hati, dapat menghasilkan buah 50%-80%. Apabila pohon kurma jantan tidak tersedia, serbuk sari dapat diperoleh secara komersial. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah melalui penyerbukan silang dengan spesies Phoenix lain, misalnya P. canariensis. Serbuk sari kurma dapat diperoleh secara komersial karena dapat dikeringkan dan diawetkan selama  2-3 bulan (dengan pengeringan angin) sebelum digunakan, dan bila serbuk sari dikeringkan pada suhu di bawah 4oC dapat disimpan selama satu tahun.

Untuk proses penyerbukan manual, serbuk sari yang sudah kering dipadatkan pada bola-bola kapas seukuran kacang almon, tiap bunga betina dari pohon kurma membutuhkan 2 bola kapas berisi serbuk sari. Bola kapas berisi serbuk sari diikatkan di bagian tengah dari bunga betina yang sudah mekar dengan bantuan tali  atau benang. Bila terjadi hujan deras dan angin kencang, penyerbukan harus diulangi. Pada kurma dikenal adanya metaxenia, yaitu fenomena adanya jaringan di luar kantong embrio dipengaruhi oleh sumber serbuk sari, kemudian hasilnya buah yang berbeda dalam ukuran, kualitas, dan waktu masak.

Di Mesir, pohon kurma umumnya berbunga pada bulan Februari dan Maret, dan pemasakan buah terjadi sekitar bulan Agustus dan September. Dapat dikatakan bahwa sekitar enam bulan setelah penyerbukan, buah kurma masak. Pohon kurma mulai berbuah setelah berumur 5-8 tahun, tetapi kurma genjah sudah berbuah setelah 2-3 tahun tanam. Dari satu pohon dewasa dapat dihasilkan 20-100 kg kurma. Produk yang sangat tinggi diperoleh dari kultivar Deglet Noor, yang pohon induknya dimasukkan ke Amerika oleh orang Spanyol 3-4 abad yang lalu.

Buah kurma tergolong buah batu dan memiliki satu biji besar di tengah. Tidak seperti buah batu yang lain, endokarpium buah kurma tipis seperti membran dan tidak keras seperti tulang. Buah sebelum masak melewati 5 tahap perkembangan dalam jangka waktu  antara 6-8 bulan. Tahap perkembangan buah tersebut dikenal dengan sebutan Hababouk, Kimri, Khalal, Rutab dan Tamr. Buah mengalami pertumbuhan yang cepat pada tahap Hababouk dan Kimri, terjadi sekitar 17 minggu setelah penyerbukan, warna hijau, keras, pahit, kandungan air 80%, kandungan gula 50% (glukosa dan fruktosa),  pada tahap Khalal akan membentuk karakteristik buahnya meliputi warna (kuning, oranye atau merah), kandungan air, dan akumulasi gula (lebih banyak sukrosa), 6 minggu setelah 2 tahap pertama. Tahap Rutab dan Tamr merupakan tahap pemasakan buah. Pada tahap Tamr, kandungan air pada buah tinggal 10-25%, sehingga resisten terhadap pembusukan dan proses fermentasi, serta buahnya menjadi keriput seperti kismis.

Buah kurma setelah dibersihkan, langsung dapat dikonsumsi sebagai buah segar atau dapat juga disimpan dalam keadaan kering. Berdasar kandungan airnya, dikenal kurma basah/lunak (yang diperoleh dari buah yang dipanen sebelum benar-benar masak dan kaya akan glukosa serta fruktosa, misalnya kurma Barhee, Halawy, Khadrawy, dan Medjool), setengah kering (yang diperoleh dari buah yang benar-benar masak dan mengering di pohon, seperti kurma Dayri, Deglet Noor, dan Zahidi), dan kurma kering kaya akan sukrosa, misalnya Thoory.

Kurma diproduksi oleh sekitar 34 negara di dunia, namun produksi kurma dunia yang terbesar disetor oleh kawasan Timur Tengah. Sepuluh negara yang menduduki posisi top produksi kurma di dunia antara lain Mesir (17%), Iran (14%), Saudi Arabia (13%), Uni Emirat Arab (12%), Irak (10%), Pakistan (10%), Aljazair (7%), Oman (4%), Sudan (4%), dan Lybia (2%).

Kurma dapat diperbanyak dengan anakan dan biji. Perbanyakan dengan biji dapat terjadi bila biji dan kecambah secara konstan terjaga kelembapannya. Kelemahan perbanyakan dengan biji adalah tanaman baru berbuah setelah 6-10 tahun dan 50% dari kecambah yang tumbuh umumnya akan menjadi tumbuhan jantan.Oleh karena itu, perbanyakan yang paling baik dan banyak dilakukan adalah melalui pemindahan anakan yang telah berumur 3-5 tahun. Anakan ini selanjutnya ditanam atau seringkali dijual.  Pemindahan anakan harus dilakukan dengan hati-hati agar anakan tidak mati di tempat barunya. Terobosan perbanyakan kurma melalui teknik kultur jaringan juga telah dilakukan di beberapa negara antara lain Irak, Saudi Arabia, dan Kalifornia.

Pohon-pohon kurma yang berhasil ditanam di Indonesia sudah ada yang mencapai umur puluhan tahun, tetapi belum terdengar produksi buahnya. Di daerah penghasil kurma yang enak, pertumbuhan kurma memiliki syarat-syarat khusus, seperti suhu rata-rata 30oC, kelembapan udara dan curah hujan rendah, cukup cahaya, dan suplai air yang memadai. Oleh karena itu perlukah kita berkebun kurma? Yang jelas, kebun kelapa sawit Elaeis guineensis sudah pasti berhasil, meskipun induk tanaman ini dari Afrika. Bukankah ekspor minyak sawit, atau produk lainnya, dapat ditukar dengan impor kurma ? Perlu pula diingat kebiasaan kita makan kurma tidak sama dengan orang Timur Tengah.

Kurma, untuk kebutuhan jasmani dan rohani

Di Indonesia jenis-jenis palm seperti kelapa, enau/aren, dan lontar, serta sagu merupakan tumbuhan serba guna. Di kawasan Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia, manfaat kurma tampaknya belum ada yang menandingi. Sampai kini manfaat pohon kurma tercatat tidak kurang dari 800 macam. Di dalam agama Islam keberadaan kurma tidak dapat terlepas begitu saja. Dalam beberapa ayat Al Qur’an dan Hadis Nabi, manfaat kurma disebut-sebut.

Manfaat kurma tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani saja, namun juga untuk pemenuhan kebutuhan rohani. Selain kegunaan dari kandungan nutrisinya, kurma juga mempunyai nilai penting dalam religi, tradisi, dan legenda kaum Muslim dan Nasrani. Penggunaan daun kurma oleh kaum Nasrani dalam peringatan Minggu Palm atau kebiasaan kaum Muslim menyantap kurma sebagai awal berbuka puasa seperti yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kurma sebagai salah satu tumbuhan serbaguna, tidak hanya bermanfaat bagi manusia tetapi juga bagi ternak, dan hampir semua bagian dari tanaman kurma dapat dimanfaatkan.Bagi sebagian orang Arab, buah kurma digunakan sebagai makanan pokok, karena  kandungan karbohidratnya cukup tinggi. Coba bandingkan karbohidrat buah kurma yang mencapai 70-80% glukosa dan fruktosa, sedangkan padi sekitar 77%, gandum sekitar 60%, dan kentang sekitar 70%. Nutrisi yang berkarbohidrat tinggi ini sangat relevan dengan perintah Allah kepada Siti Maryam untuk menyantap buah kurma, yang pohonnya digunakan untuk berteduh sewaktu melahirkan Nabi Isa AS (Surat Maryam:25–26). Kurma, dengan kandungan 70-80% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya kaya akan fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna. Kandungan gulanya menenangkan saraf serta memberikan rasa aman pada kejiwaan. Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, dan gula darah yang lenyap bersama darah itu harus diganti. Oleh karena itu, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya. Dalam ayat 25-26 Surat Maryam, kita melihat kurma sungguh bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami. Daging buah kurma meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu bergizi tinggi. Dalam sebuah hadis disebutkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW, menggunakan 2-3 butir kurma dan meminum air sebagai awal santapan berbuka puasa. Ternyata kebiasaan ini dibenarkan oleh dunia ilmu dewasa ini. Isi hadis tersebut sangat sering disitir oleh para ulama agar kaum Muslim yang berbuka puasa tidak mengawali santapan yang berat-berat, cukup dengan kurma atau modifikasinya, misalnya kolak (sejenis makanan yang berkuah santan dan manis).

Selain gula, kurma juga mengandung protein sebesar 1-3%. Protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Kurma kaya akan vitamin yang penting bagi tubuh, antara lain vitamin A, B1, B2, niasin, dan asam folat. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyediaan energi dan pembaharuan sel.

Di samping semua ini, kurma juga mengandung banyak mineral esensial bagi tubuh (antara lain kalium, natrium, kalsium, besi, seng, mangan, magnesium, klor, silikon, sulfur, fosfat, dan tembaga). Mineral yang paling banyak adalah kalium. Makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi, makin kecil kemungkinan orang menderita stroke. Makanan kaya kalium, minimal 400 mg setiap hari setara 65 g kurma kering atau 5 butir kurma, mampu menurunkan risiko fatal dari serangan stroke. Menurut Dr. Louis Tobian, Jr., pakar penyakit darah tinggi dari University of Minnesota AS, makanan tinggi kalium juga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta dapat memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang. Selanjutnya dibuktikan dengan melakukan eksperimen pada dua kelompok tikus yang terserang hipertensi. Satu kelompok tikus diberi diet tinggi kalium dan lainnya diet kalium normal. Hasilnya ternyata luar biasa. Di antara kelompok tikus yang mendapat asupan kalium tinggi, tak satu pun mengalami perdarahan otak. Sementara, 40% tikus dari kelompok yang mendapat kalium normal, menderita stroke ringan yang dibuktikan dengan adanya perdarahan otak. Dari hasil penelitian itu, Dr Tobian menarik kesimpulan, konsumsi ekstra kalium dapat menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.

Bila kalium dan natrium bekerja bersama-sama, keduanya akan bertindak sebagai pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, kalium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, kalium menyediakan kandungan alkali secukupnya pada cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolik, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat. Selain antioksidan (karotenoid, antosianin, flavon, flavonol, likopen, karoten, flavoxantin, dan lutein) yang terkandung di dalam kurma, unsur kalium bersama-sama dengan magnesium juga sangat ampuh untuk pertahanan tubuh dari penyakit kanker.

Selain kalium yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, kurma juga mengandung salisilat. Zat ini dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam. Salisilat bersifat mencegah pembekuan darah, antiinflamasi, dan berdampak melenyapkan rasa nyeri.

Riset ilmiah terbaru juga menyatakan bahwa kurma mengandung zat oksitosin yang dapat menguncupkan rahim dan membantu mempermudah proses melahirkan, dan dapat membantu mencegah pendarahan setelah melahirkan.

Adanya unsur seng dalam kurma menyebabkan buah ini memiliki antihistamin sehingga dapat mencegah terjadinya alergi. Ekstrak buah kurma segar dalam air juga diketahui memiliki aktivitas hepatoprotektif. Buah kurma yang kering untuk penolak racun, sedangkan makan buah segar dan kering dipercaya dapat menolak gangguan setan. Masih banyak manfaat buah kurma bagi kesehatan yang disebabkan oleh tingginya kandungan nutrisi (seperti sebagai obat cacing, mencegah osteoporosis, hemorrhoids, dermatitis, asma, obesitas dan lain-lain). Mengingat pentingnya buah kurma sebagai bahan pangan, ada hadis Nabi yang menyebutkan “orang yang pekarangannya tidak ada pohon kurma akan kelaparan”. Dari berbagai kurma yang ada, maka adalah kebanggaan kalau oleh-oleh dari ibadah haji membawa kurma rasul, yang dulu merupakan jenis kurma kesukaan Nabi Muhammad SAW.

Dalam bukunya Healing with the Medicine of the Prophet, Ibn Qayyim menyampaikan berbagai pemanfaatan kurma di bidang kesehatan. Disebutkannya mayang (karangan bunga) kurma menstimulasi produksi sperma dan meningkatkan nafsu seksual kaum pria, sedang bagi kaum hawa serbuk sari akan membantu berhasilnya kehamilan. Serbuk sari bunga jantan kaya akan protein (sekitar 27%), lemak dan gula. Serbuk sari kurma juga mengandung kolesterol, estron, sterol, saponin, triterpen, dan flavonoid. Hormon-hormon estrogenik yang terkandung dalam serbuk sari kurma menunjukkan naiknya aktivitas gonadotrofik pada tikus-tikus muda.

Selain manfaat buah dan mayang tersebut di atas, sadapan dari mayang kurma juga menghasilkan nira. Batangnya sendiri sudah biasa digunakan sebagai tiang bangunan, atau tiang-tiang pancang untuk ditempeli lampu-lampu hias. Empulur batang kurma, yang biasa disebut jummar, dapat digunakan untuk mengobati antara lain tekanan darah, perdarahan, dan diare. Suatu kisah yang dipercaya oleh kaum Muslim adalah suara merintih dan menangis sedihnya batang kurma yang dulu dipakai sandaran Nabi Muhammad SAW sewaktu khotbah di Madinah. Rintihan tersebut terjadi karena di kemudian hari Nabi tidak menggunakannya lagi, dengan telah dibuatkan mimbar di sebelahnya. Tempat batang kurma ini kemudian didirikan tiang harum Mukhollagogh, yang menjadi salah satu tiang masjid Nabawi di Madinah.

Melengkapi manfaat bagian-bagian pohon kurma tersebut di atas, maka daunnya pun memiliki banyak manfaat. Daun-daun yang muda dapat dimasak untuk sayuran. Di Itali, ada pohon kurma yang ditanam khusus hanya untuk diambil daun-daun mudanya guna perayaan Minggu Palm. Di Spanyol untuk perayaan tersebut, digunakan daun-daun kurma dari pohon jantan. Di Afrika Utara, daun kurma biasa dipakai untuk atap rumah. Daun-daun kurma yang tua dapat dianyam dibuat tikar, keranjang, atau kipas. Tangkai daunnya dapat digunakan sebagai sumber pulp selulosa.

Biji kurma yang direndam dalam air sampai lunak dapat digunakan sebagai pakan ternak (seperti kuda, unta, domba dan sapi). Bila biji dikeringkan dan dihaluskan dapat untuk pakan ayam. Biji selain mengandung protein (1,82-5,2%), lemak (6,8-9,32%), karbohidrat (65,5%), dan serat (6,4-13,6%), juga mengandung sterol dan estron. Dari hormon estron dapat diperoleh stradiol yang digunakan untuk mengobati kanker. Biji kurma juga mengandung minyak yang dapat digunakan untuk sabun dan kosmetik.

Sebagai suatu keseluruhan pohon kurma yang penanamannya diatur memberi keindahan tersendiri di suatu kawasan perkotaan. Penanaman di jalur pemisah dan tepi jalan memberi kesan deretan tiang-tiang yang kokoh. Kadang-kadang di sudut-sudut kota ditanam bergerombol, hingga berkesan memberi keteduhan [].

Sri Kasmiyati dan Soenarto Notosoedarmo

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top