Home / Microbiologi / Saccharomyces cerevisiae: Mesin Biologi Penghasil Alkohol
Saccharomyces cerevisiae: Mesin Biologi Penghasil Alkohol
Khamir dengan perbesaran 1600x.

Saccharomyces cerevisiae: Mesin Biologi Penghasil Alkohol

 

Saccharomyces cerevisiae merupakan khamir yang cukup penting peranannya di dalam industri mikrobial.  Pemanfaatan khamir ini di bidang pangan boleh jadi sudah dilakukan sejak jaman lampau, di dalam pembuatan roti dan minuman beralkohol (beverages). Saat ini,  S. cerevisiae  memiliki nilai komersial  yang tinggi karena kegunaannya di dalam industri (sebagai contoh di dalam industri bir, roti, fermentasi anggur, dan produksi alkohol). Melalui proses fermentasi yang terjadi secara alami, telah dilakukan seleksi strain S. cerevisiae yang potensial pemanfaatannya bagi industri.

Khamir digunakan dalam industri minuman, wine adalah salah satunya. Nampak gelembung udara sebagai hasil metabolismenya.

Khamir digunakan dalam industri minuman, wine adalah salah satunya. Nampak gelembung udara sebagai hasil metabolismenya.

Diduga keras, isolasi S. cerevisiae pada awalnya diperoleh dari kulit buah anggur dan ditemukan secara tak sengaja. Jika buah anggur diperas untuk menghasilkan sari buah, maka sejumlah kecil khamir yang terkandung pada buah anggur tersebut melakukan proses respirasi. Pertumbuhan pesat dari sel-sel khamir menyebabkan kandungan oksigen di dalam sari buah tersebut menipis, dan kondisi tanpa oksigen tercapai. Dalam kondisi inilah proses fermentasi terjadi, dan alkohol terbentuk.  Mengapa proses ini dapat terjadi ? S. cerevisiae mampu melakukan 2 jenis metabolisme, fermentasi dan respirasi.  Dalam kondisi aerob, S. cerevisiae melakukan respirasi, sementara dalam keadaan anoxic (tanpa oksigen) organisme ini melakukan proses fermentasi. Dalam proses fermentasi, terjadi penurunan jumlah sel, sebaliknya dihasilkan alkohol dan CO2. Produk alkohol inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh manusia di dalam industri.

Selain itu, S. cerevisiae merupakan organisme eukariot yang banyak digunakan sebagai model di bidang biologi sel dan molekuler, sama kasusnya dengan E. coli sebagai organisme model dari jenis prokariot.

Sel S. cerevisiae berbentuk bulat sampai oval, dengan ukuran diameter berkisar antara 5-10 mikrometer. Reproduksinya dilakukan dengan proses pembelahan yang dikenal dengan istilah budding (pertunasan).[]

Karina Bianca Lewerissa/BioS Vol.1 No.1. 2007

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top