Home / Bios Cetak / BIOETANOL: Bahan Bakar Masa Depan

BIOETANOL: Bahan Bakar Masa Depan

Harga bahan bakar minyak yang cenderung meningkat dan ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar fosil merupakan satu dari sekian banyak pertimbangan untuk memperoleh energi alternatif. Indonesia yang merupakan salah satu negara penghasil minyak akhirnya menjadi net importir minyak bumi, karena kebutuhan negara mencapai 215 juta liter/hari, sementara produksi dalam negeri hanya mencapai 178 juta liter/hari. Kekurangan pasokan tersebut mau tidak mau dipenuhi dengan impor bahan bakar sekitar 40 juta liter/hari.

Dalam situasi kenaikan harga BBM yang terus melangit, upaya memanfaatkan bahan bakar alternatif merupakan salah satu solusi yang cukup relevan. Salah satu energi alternatif yang saat ini sedang berkembang adalah bahan bakar bio (biofuel), yang merupakan  bahan bakar yang diperoleh dari biomassa.

Biofuel yang cukup populer penggunaannya adalah metanol, etanol, minyak sayur dan turunannya. Etanol sebagai bahan bakar alternatif dikenal dengan istilah bioetanol. Penggunaannya sebagai bahan bakar nonfosil sudah mulai diintroduksi di Indonesia. Bahan bakar ini memiliki prospek pengembangan yang cukup menjanjikan karena sifatnya yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Penggunaan bioetanol merupakan salah satu langkah yang dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan masalah-masalah lingkungan yang diakibatkannya, seperti emisi CO2, nitrogen oksida, partikel, dan kontribusinya di dalam pemanasan global. Selain itu, bioetanol dapat dihasilkan dari bahan baku yang  memiliki nilai ekonomi rendah. Bahan baku tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori produk pertanian, yaitu: gula sederhana, pati, dan selulosa. Produk pertanian yang kaya pati seperti ubi kayu, jagung, sagu, tebu, maupun limbah pertanian yang kaya selulosa seperti kayu, limbah kertas, karton, dan jaringan tanaman yang kaya serat merupakan bahan baku potensial yang dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol.

Di dalam aplikasinya sebagai bahan bakar alternatif, etanol digunakan dalam bentuk campuran dengan premium. Di pasaran dikenal istilah E 3, E 10 dan E 20  yang mengandung masing-masing 3%, 10% dan 20% alkohol dan sisanya adalah premium. Bioetanol memiliki keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar bensin karena memiliki nilai oktan lebih tinggi.

Bioetanol dapat diproduksi melalui fermentasi glukosa ataupun jenis karbohidrat lainnya seperti pati dan selulosa. Fermentasi gula menggunakan khamir sebagai agen hayati merupakan proses yang sudah lama dikenal, dan masih memegang peranan penting di dalam produksi etanol. Bahan baku berbasis pati dan selulosa harus dihidrolisis terlebih dahulu menjadi gula sederhana sebelum dikonversi menjadi etanol. Hidrolisis dapat dilakukan secara kimiawi (dengan penggunaan asam) maupun secara biologis (dengan menggunakan enzim). Proses fermentasi umumnya melalui tiga tahapan, yaitu: pembentukan larutan gula (fermentable sugar), proses fermentasi gula menjadi etanol, dan purifikasi etanol melalui metode distilasi.

Peluang dan tantangan mengenai bioetanol masih terbuka lebar. Tantangan ini mencakup penggunaan bahan baku yang murah, jenis agen hayati yang potensial, rekayasa proses untuk optimasi produk, sampai kepada masalah aplikasinya pada kendaraan bermotor. Brazil merupakan produsen etanol yang cukup penting. Di negara ini, produk-produk pertanian seperti jagung, gula tebu, bula bit, bahkan kayu serta limbah kertas digunakan sebagai bahan dasar. Selulosa pada jenis kayu-kayuan ini mengalami perlakuan tertentu terlebih dahulu untuk melepas glukosa. Di Amerika Serikat, kebanyakan etanol diperoleh melalui proses fermentasi ragi dari bahan baku pati jagung. Indonesia sebagai negara yang kaya akan produk dan limbah pertanian berpeluang untuk mengembangkan bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif. []

Karina Bianca Lewerissa/Bios no.1 Vol.1/2007

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top