Home / Berita / Seminar Nasional di Kabupaten Raja Ampat
Seminar Nasional di Kabupaten Raja Ampat

Seminar Nasional di Kabupaten Raja Ampat

BEKDROP

PENGANTAR

Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu Kabupaten baru di Ujung Timur Indonesia, tepatnya di Provinsi Papua Barat yang memiliki luas wilayah sekitar 46.108 km2. Hampir 80% dari wilayah tersebut adalah laut. Panjang pantainya mencapai 4.860 km. Secara administratif batas wilayah Kabupaten Raja Ampat adalah sebagai berikut: sebelah selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Seram Utara (Provinsi Maluku), sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah (Provinsi Maluku Utara), sebelah timur berbatasan dengan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong (Provinsi Papua Barat) dan di sebelah utara berbatasan langsung dengan Republik Federal Palau.

Kepulauan Raja Ampat terdiri dari 40 pulau dengan beberapa pulau besar antara lain Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Pulau-pulau tersebut memiliki pesona eksotis bagaikan magnet yang dapat menarik hari para pencinta wisata bahari. Menurut beberapa sumber, Kepulauan Raja Ampat masuk dalam 10 perairan terbaik dunia untuk lokasi diving karena keragaman flora dan fauna launnya. Keindahan dan keunikan alam Raja Ampat telah menarik perhatian majalah sekelas dunia seperti National Geographic untuk meliput kepulauan tersebut secara luas, sehingga mengundang perhatian dunia.

Terlepas dari keindahan alamnya, Kepulauan Raja Ampat merupakan labortorium alam di bibir pasifik yang  masih menyimpan harta karun ilmiah yang belum banyak diungkap. Observasi yang dilakukan oleh The Nature Conservancy (TNC) dan Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI terhadap ekosistem laut, daerah bakau, dan hutan di Kepulauan Raja Ampat, menunjukkan bahwa di sekitar wilayah tersebut terdapat sejumlah 537 jenis karang. Jumlah tersebut sungguh menakjubkan karena mewakili sekitar 75% jenis karang yang ada di dunia. Keragaman flora dan fauna, keunikan geologi serta klimatnya membuat kepulauan ini menjadi suatu ekosistem unik yang perlu dipelajari.

Kabupaten Raja Ampat tidak hanya menarik  karena ekosistemnya, tetapi juga  dinamika sosialnya. Pulau yang besar ini dihuni hanya 31.000 penduduk. Terdapat  kurang lebih 10 etnik  yang mendiami Kepulauan  Raja Ampat. Menarik lagi  bahwa  ada banyak spekulasi tentang asal-usul etnik-etnik yang ada disana. Profil mereka berbeda dengan etnik Papua pada umumnya. Kebanyakan dari mereka adalah  para migrant dari beberapa etnik yang berada di sekitar kepulauan Raja Ampat (Papua, Halmahera, Malaku, Melayu, dan lain sebagainya). Kenyataan ini menarik perhatian Alfred Russel Wallace.

Ketika Alfred Russel Wallace menginjakkan kakinya di pulau Waigeo pada tahun 1860, ia memberi perhatian terhadap profil masyarakat di pulau tersebut. Wallace sempat mencatat bahwa penduduk yang tinggal di Waigeo bukanlah penghuni asli pulau itu. Penduduk di pulau ini adalah orang-orang Alfuro dan ras campuran, sebagian dari Gilolo (Jailolo) dan sebagian dari New Guinea. Orang Melayu dan Alfuro dari Jailolo mungkin telah lama berpindah ke pulau ini dan kemudian menikah dengan perempuan Papua. Tentunya pembuktian terhadap catatan Wallace, merupakan tantangan sekaligus peluang dalam mengeksplorasi dan mengungkap asal-usul masyarakat di Kepulauan Raja Ampat dengan menggunakan pelacak-pelacak molekuler.

Dalam kekinian, Kepulauan Raja Ampat  telah ramai sebagai tujuan wisata baik oleh turis domestik maupun mancanegara. Jumlah turis yang datang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Itulah sebabnya pemerintah daerah terus membangun infrastruktur menyesuaikan tuntutan global. Dalam konteks itu, upaya penguatan  sumberdaya manusia terutama masyarakat lokal merupakan langkah strategik  dalam menyiapkan dan mengisi pembangunan di wilayah tersebut di masa-masa mendatang.

Saat ini, Program Studi Magister Biologi Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga tengah bekerjasama dengan Dinas pendidikan Kabupaten Raja Ampat dan Dinas Pendidikan Tinggi dalam hal meningkatkan kemampuan tenaga-tenaga pendidik (guru) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari kerja sama itu, sebanyak 22 tenaga Guru SMP dan SMA dari  Kepulauan Raja Ampat sementara mengikuti  kuliah di program studi Magister Biologi UKSW di Salatiga saat ini. Mereka telah menyelesaikan program perkuliahan di Salatiga dan kini telah kembali ke Raja Ampat untuk melakukan penelitian guna penyusunan tesis mereka. Harapannya, hasil-hasil penelitian mereka dapat memberi  kontribusi  positif bagi daerah dan menambah  informasi ilmiah bagi para ilmuwan Indonesia maupun dunia.

Dengan demikian, diperlukan suatu forum ilmiah berupa Seminar Nasional sebagai wadah untuk diseminasi informasi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian di Kepulauan Raja Ampat. Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, Program Studi Magister Biologi UKSW bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Raja Ampat serta beberapa NGO International seperti World Wide Fund for Nature (WWF), Conservation International (CI), dan The Nature Conservacy (TNC) akan menyelenggarakan  Seminar Nasional  di Raja Ampat dengan mengambil tema utama Raja Ampat and Future of Humanity (as a World Heritage).

Dari tema  utama tersebut diuraikan lagi menjadi beberapa subtema seperti Biodiversity in Raja Ampat, Local Community Empowering, Tourism & Conservation,  Kepulauan Raja Ampat sebagai Laboratorium Alam Dunia, serta Aspek Kebijakan Pemerintah Lokal Tentang Pembangunan Berkelanjutan.  Kegiatan seminar ini akan menghadirkan pembicara-pembicara berkelas nasional/internasional sebagai key note speaker.

 

TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengeksplorasi potensi sumber daya alam berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan guna memahami permasalahan yang dihadapi oleh ekosistem, spesies flora dan fauna endemik, serta mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru yang berkaitan dengan bioteknologi, konservasi, ekologi, dan sosiologi di Raja Ampat.

 

MANFAAT KEGIATAN

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi perencanaan daerah terutama dalam hal pembangunan dan pengelolaan sumberdaya alam dan pemberdayaan masyarakat lokal dan partisipasi dalam pengembangan tourism dan dapat meningkatkan kerja sama antara dengan pihak perguruan tinggi lainnya dalam  melaksanakan penelitian-penelitian di Kepulauan Raja Ampat.

 

WAKTU & BENTUK KEGIATAN

Kegiatan seminar ini rencananya akan dilaksanakana selama 3 hari,  yaitu:

Hari / Tanggal      : 12-13 Agustus 2014

Tempat                  : Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Kegiatan                : 1. Seminar Utama (Keynote Speaker & LSM)

2. Call for Paper

 

PEMBICARA & MATERI

Pembicara yang hadir dalam kegiatan seminar ini antara lain dari para akademisi dan praktisi.

1. Keynote Speaker 1 (Dr. Rer. Nat. A. B. Susanto, M.Sc)

”Kepulauan Raja Ampat sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Dunia”

2. Keynote Speaker 2 (Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc)

Marine Biodiversity in Raja Ampat

3. Keynote Speaker 3 (Ferry F. Karwur, P.hD)

Kepulauan Raja Ampat as a Global Concern

4. ”Strategi dan Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Kepulauan Raja Ampat

5. Drs. Soenarto Notosoedarmo, M.Sc

”Kepulauan Raja Ampat sebagai Laboratorium Alam Dunia”

6. “Kebijakan Turisme dan Ekologi serta Strategi Konservasi di Kepulauan Raja Ampat dan Indonesia”

7. ” Biogeografi Kepulauan Raja Ampat (Evolusi & Spesies Endemik)”

9. Conservation International (CI)

The Future of Community & Biodiversity in Raja Ampat

10. World Wide Fund for Nature (WWF)

Tourisms and Conservation

11. The Nature Conservancy (TNC)

Cartagena Protocol & The Coral Triangle Conservation

12. “Community Based on Tourism

13. Presentasi Poster Hasil Penelitian Mahasiswa Magister Biologi UKSW di Raja Ampat

14. Call for Paper

 

 

Informasi lebih lanjut silahkan kontak

1. Kristian ( 085640203075)

2.Dhanang (085640035216)

3. email (bios.uksw@gmail.com)

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top