Home / Biodiversitas / Potensi Rumput Laut Raja Ampat

Potensi Rumput Laut Raja Ampat

Rumput laut yang dibudidayakan di Raja Ampat.

Rumput laut yang dibudidayakan di Raja Ampat.

Rumput laut banyak dijumpai pada hamparan di setiap perairan dengan jenis yang beragam. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut, beruk uran besar (makroalga), dan tergolong dalam divisi Thallophyta. Rumput laut tidak termasuk golongan rumput-rumputan (Gramineae), tergolong tanaman berderajat rendah, tumbuh melekat pada substrat tertentu, tidak mempunyai akar, batang maupun daun sejati; tetapi hanya menyerupai batang yang disebut thallus.
Rumput laut tumbuh di alam melekatkan dirinya pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainnya. Selain melekatkan dirinya pada benda mati, rumput lautpun dapat melekat pada tumbuhan lain secara epifitik. Rumput laut dikenal pertama kali oleh bangsa Tiongkok kira-kira tahun 2700 SM. Pada masa itu rumput laut ba -nyak digunakan untuk sayuran dan obat.
Siapa yang tidak mengenal rumput laut? Rumput laut yang hidup di laut ini banyak disukai oleh masyarakat hampir di seluruh penjuru dunia. Ketika kita mendengar kata rumput laut, pasti kita akan teringat pada olahan agar-agar yang sering kita lihat maupun makan dengan berbagai kreasi bentuk olahan atau hidangan. Agar-agar terbuat dari bahan dasar rumput laut yang hidup atau yang menghuni lautan nusantara ini.
Rumput laut tidak hanya dijadikan sebagai bahan pembuat agar-agar, tetapi juga dapat dikonsumsi secara langsung karena mempunyai tekstur yang unik dan memiliki rasa enak sehingga dapat menggugah selera.

Raja Ampat yang dijuluki sebagai wilayah seribu pulau ini, mempunyai potensi perairan yang dapat dioptimalkan untuk mengembangkan budidaya rumput laut. Kondisi perairan yang masih belum tercemar atau masih alami merupakan nilai lebih dalam pengembangan budidaya rumput laut. Namun kendala yang dialami oleh ma syarakat di wilayah Kabupaten Raja Ampat adalah kurangnya distributor dan minimnya informasi atau penyuluhan dari pihak terkait berkenaan dengan aspek budidaya. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat masyarakat pembudidaya rumput laut di wilayah seribu pulau ini.

Rumput laut memiliki kandung- an karbohidrat (33,3%), protein (5,4%), air (27,8%), lemak (8,6%), serat kasar (3%), dan abu (22,25%). Berbagai vitamin ditemukan pula dalam rumput laut, yaitu vitamin A, B1, B2, B6, B12, dan C. Kandungan mineral yang terdapat dalam rumput laut adalah NaCl (garam natrium), K (kalium), Ca (kalsium), P (fosfor), Na (Natrium), Fe (besi), dan I (yodium).
Sama halnya dengan wortel, rumput laut juga mengandung betakaroten. Kan dungan asam amino, vitamin, dan mineral dalam rumput laut mencapai 10 – 20 kali lipat bila dibandingkan dengan sayur-sayuran dan buah-buahan yang ditanam di darat. Rumput laut memiliki potensi pengembangan yang luas dalam bidang industri dan menjadi komoditas pasar yang patut diperhitungkan. Rumput laut tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan secara langsung atau olahan, seperti Eucheuma cottonii (sekarang lebih dikenal dengan Cappaphycus alvarezii dan Gracilaria) dan Cottonii, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetika, insektisida, fotografi, tekstil, keramik, dan kertas.
Rumput laut juga memiliki khasiat tertentu dalam proses penyembuhan, misalnya mengandung zat anti inflamasi dan anti bakteri yang berkhasiat untuk mengobati luka terbuka, luka bakar, dan ruam pada kulit; serta vitamin C  yang baik untuk gigi dan gusi. Rumput laut juga membantu melindungi tubuh dari berbagai toksin atau racun yang berasal dari lingkungan seperti logam berat, polutan, dan radiasi dengan cara mengubahnya menjadi garam yang tidak berbahaya sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh dengan mudah.
Kandungan zat besinya sangat tinggi sehingga mampu meningkatkan pembentukan sel darah merah, terutama bagi penderita anemia. Kandungan kalsium yang dimiliki oleh rumput laut 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan kandungan kalsium pada susu dan 8 kali lebih banyak dari pada daging sapi, sehingga dapat mencegah resiko keropos tulang, menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, serta menjaga kesehatan kuku dan rambut.

Secara rutin mengonsumsi rumput laut dapat menjaga daya tahan tubuh. Rumput laut memberikan stimulan dengan cara cara memperbanyak produksi antibodi, cytokines, dan sel yang berguna untuk meningkatkan daya imunitas agar terhindar dari penyakit. Bagi para penderita obesitas ataupun mereka yang sedang menerapkan program diet, rumput laut yang bebas lemak dan kaya akan serat pangan dapat mengendalikan berat badan dan memperlancar proses metabolisme tubuh. Kandungan serat pada rumput laut memberikan efek rasa kenyang yang tahan lama sehingga dapat mengurangi nafsu makan. Karbohidrat rumput laut sukar dicerna oleh tubuh sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan.
Rumput laut dapat dijadikan sebagai penganti garam jika ditambahkan pada masakan karena cita rasanya yang khas dapat membuat masakan lebih lezat. Ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebih-an garam pada tubuh. Penururnan kadar garam dalam tubuh berarti meringankan penyakit darah tinggi, jantung dan stroke.
Kesederhanaan masyarakat Raja Ampat dalam mengelola rumput laut sebagai sumber makanan masih sangat terbatas. Masyarakat di Raja Ampat biasanya mengolah rumput laut untuk lauk makanan dengan menggunakan sambal sebagai lalapan. Rumput Laut di Raja Ampat jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh, sehingga tidak mengherankan jika masyarakatnyapun banyak yang menggunakan rumput laut sebagai sumber makanan walaupun masih sederhana. Tidak menutup kemungkinan jika lalapan yang penuh gizi ini diperkenalkan kepada masyarakat luas nantinya dapat memperkaya keragaman olah- an masakan dari bahan dasar rumput laut.
Berbagai industri memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasar produksinya, salah satunya adalah bahan pokok dari olahan agar-agar. Usaha rumput laut bisa berkembang lebih baik dengan menambah nilai jual rumput laut sebagai bahan baku. Caranya adalah deng- an mengubah rumput laut menjadi produk yang siap dikonsumsi. Rumput laut memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang netral se- hingga dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis bahan makanan atau minuman lainnya agar lebih menarik dan variatif. Kaitannya de- ngan aspek budidaya, perlu diadakan penyuluh an tentang pembudidayaan dan pengolahan rumput laut, terutama di daerah-daerah kepulauan (daerah terencil) karena rumput laut menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan bagi pembudidaya atau masyarakat pesisir []

Oleh; Alis Suprihatin, AB Susanto, Jubhar C. Mangimbulude, dan Haryono Semangun

About dhanang

Membuat ilmu kehidupan menjadi hidup lebih hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top